Saturday, 22 August 2009

Resensi Buku Baru | Indigostar


Judul Buku : Indigostar
Penulis : N Syamsuddin CH Haesy
Penerbit : Salamadani
Tebal : 232 Halaman
Terbit : Juli 2009

Menemukan Manusia Berkualitas Bintang

PADA suatu malam Sayyidina Ali bin Abi Thalib duduk bersama sahabatnya bernama Kumail bin Ziyad duduk di atas hamparan pasir. Lalu, Ali menjelaskan kepada Kumail bahwa dalam sebuah lingkungan atau organisasi ada lima jenis manusia lengkap dengan tabiat dan perangainya.

Dalam konteks kekinian, kelima jenis manusia itu dijabarkan dalam kelompok Autic Workers, Invisible Zip, Riverist, Opportunist, dan Indigostar. Autic Workers merupakan jenis kelompok manusia yang sibuk dengan diri sendiri, abai melaksanakan kewajiban, dan enggan berkontribusi.

Lalu, Invisible Zip adalah kelompok manusia yang selalu menuntut haknya dan lupa akan kewajibannya. Sedangkan Riverist jenis kelompok manusia yang mendedikasikan diri sekedar melaksanakan kewajibannya.

Sementara itu, jenis Opportunist merupakan sekolompok manusia yang tidak ambil pusing dengan lingkungan atau organisasinya. Terakhir adalah jenis Indigostar, yaitu sekelompok manusia dengan perangai dan tabiat yang sangat positif. Mereka selalu berkarya, inovatif, kreatif, dengan inisiatif serta motivasi tinggi.

Singkatnya, jenis manusia indigostar merupakan manusia yang profesional, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. Dalam pandangan Plato manusia “berkualitas bintang” ini merupakan manusia yang ide-idenya merupakan cermin kebaikan dan kebajikan.

Dalam buku Indigostar karya N Syamsuddin CH Haesy yang diterbitkan Salamadani ini dikupas secara detail tentang sosok manusia indigostar atau bintang yang bersinar di antara gugusan bintang. Buku setebal 232 halaman ini menuturkan bagaimana sosok manusia Indigostar dalam bahasa yang apik dan terstruktur.

Secara garis besar buku ini dibagi dalam empat bagian, yaitu Memahami Indigostar, Jentera Indigostar, Jalur Indigostar, dan Sembilan Cahaya. Bagian pertama memberikan penjelasan etos kerja para indigostar, kedua mengungkap sisi moralnya, ketiga menelisik pandangan mereka yang visioner, dan terakhir bagaimana ketiga elemen tadi membuat sosok indigostar begitu bercahaya atau gemilang.

Buku ini membuat kita memahami tentang karakter manusia berkualitas bintang yang ada di sekitar kita. Dalam konteks organisasi atau perusahaan, bila manusia-manusia seperti itu diberikan kesempatan untuk berkarya, maka menghadirkan kegemilangan. Buku ini mengajak kita mendeteksi dan peka akan kualiats manusia berkarakter indigostar.

Dengan tinjauan dari sisi religius, manajemen, dan filsafat, buku ini cukup komprehensif menjabarkan tentang sosok manusia indigostar Jadi buku ini menawarkan pencerahan agar kita pun bisa menjadi sosok manusia indigostar. Yaitu menjadi manusia yang malu bila hidup tanpa karya, manusia yang malu bila tak meninggalkan kebaikan dan hal bermanfaat. (wasis wibowo)

Resensi Buku Baru | Sang Sutradara dan Wartawati Burung


Judul Buku : Sang Sutradara dan Wartawati Burung
Penulis : Gerson Poyk
Penerbit : Kakilangit Kencana
Tebal : 139 Halaman
Terbit : Juni 2009

Ambisi Sang Sutradara Tua

SETIAP orang selalu memiliki ambisi dalam hidup ini. Ambisi bak pisau bermata dua, bila terlalu diperbudak maka melahirkan manusia ambisius yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Bila ambisi ditata secara apik, maka akan menjadi sebuah obsesi yang selalu memacu semangat untuk berkarya.

Membaca novel Sang Sutradara dan Wartawati Burung karya Gerson Poyk, disodorkan kisah tentang ambisi seorang sutradara tua bernama Papa To’o untuk dikenang sebagai sutradara besar. Papa To’o mampu mewujudkan ambisinya itu dengan melahirkan berbagai film berkualitas.

Alhasil dia dikenal sebagai sutradara kelas atas dan banyak mengorbitkan bintang film beken. Satu sisi kariernya begitu gemilang, namun di sisi lain kehidupan rumah tangganya berantakan. Dikarunia tiga orang anak dan sukses memberikan pendidikan yang baik, tak membuat hubungan dengan istrinya, Mama Emma harmonis.

Bahkan hubungan keduanya semakin meruncing di kala usianya sudah senja. Ditambah adanya sengketa perebutan tanah yang mereka beli di Kuta, Bali. Urusan ini pun harus melibatkan aparat kepolisian untuk menyelesaikan karena jalan kekeluarga sudah tertutup.

Urusan dengan hukum membuat sang sutradara menjadi bahan pemberitaan besar. Di sini dia bertemu dengan seorang wartawati yang tertarik dengan kasus dan kisah hidupnya. Lalu, sang wartawati ini berencana membuat biografinya, sebuah kebetulan karena sang sutradara berambisi membukukan kisah suksesnya.

Kisah dan konflik yang ditawarkan dalam novel terbitan Kakilangit Kencana ini begitu sederhana. Bahasa yang digunakan dan cara bertutur sang penulis pun ringan, sehingga bisa jadi bacaan santai saat senggang. Dan, temukan jawaban akhir kisah sang sutradara dan ambisinya.(wasis wibowo)

Wednesday, 19 August 2009

Resensi Buku Baru | Taktis Menyunting Buku


Judul Buku : Taktis Menyunting Buku
Penulis : Bambang Trim
Penerbit : Maximalis
Tebal : 234 Halaman
Terbit : Juni 2009

Buku Pintar Menyunting Buku

LAHIRNYA sebuah buku bermutu pasti tak lepas dari racikan tangan-tangan editor yang andal. Meskipun lebih banyak “di belakang layar” editor memegang peranan sangat penting dalam dunia berbukuan atau penerbitan.

Sepintas pekerjaan editor terlihat seperti pekerjaan yang remeh temeh, misalnya memperbaiki kesalahan penulisan, ejaan, dan tanda baca. Jadi tak usah heran bila keberadaan editor ini di tanah air sampai saat masih sering dianggap sebelah mata.

Padahal di sejumlah negara maju karier sebagai editor begitu dihormati dan dianggap sebagai profesi yang unik. Begitu spesifiknya tugas editor, di Malaysia saja jenjang pendidikan seorang editor sampai tingkat S-3.

Hal itu bisa menganalogikan bagaimana mereka menghargai tugas dan pekerjaan seorang editor. Toh sejatinya seorang editor tak melulu berurusan mengawasi kesalahan huruf atau ejaan saja, sebaliknya ada tugas yang lebih kompleks.

Mulai dari menyeleksi naskah mentah, mengemasnya menjadi buku yang menarik, dan mensinergikan dengan marketing. Editor bukan sekadar memiliki kemampuan teknik mengedit yang mumpuni, juga wajib mempunyai insting untuk menghasilkan produk (buku) yang berkualitas.

Dalam buku Taktis Menyunting Buku yang diterbitkan Maximalis (Imprint Salamadani) dikupas secara lengkap kompleksitas dunia editing. Sang penulis, Bambang Trims yang sudah berkecimpung 15 tahun dalam dunia editing dan penerbitan, begitu fasih menjelaskan detail-detail peran seorang editor.

Buku setebal 234 halaman ini yang terbagi dalam sembilan bab, tak hanya menjelaskan dasar-dasar editing, praktik mengedit, alur penerbitan, dan filosofi editing. Dalam buku ini penulis mengajak para editor mengasah naluri memahami perkembangan dunia penerbitan, sehingga mampu melahirkan buku-buku berkualitas.

Hal itu terlihat dari pembahasan penulis tentang fenomena buku-buku yang meledak di masyarakat, seperti Ayat-Ayat Cinta. Termasuk maraknya bermunculan penerbit-penerbit baru yang berkembang pesat, macam Agromedia Group.

Jadi buku ini lebih lengkap dan berisi di antara sejumlah karya sejenis yang pernah dibuat penulis, seperti Menggagas Buku: Langkah Efektif dan Sistemik Menulis Ide Anda ke Dalam Buku (Bunaya, Bandung 2002). Sehingga buku ini wajib dimiliki bagi para editor atau yang ingin berkarier di dunia editing.

Apalagi disinggung juga tentang jenjang karier sebagai editor dalam penerbitan buku dan tugas yang harus diemban. Termasuk berapa salary yang pantas bagi seorang editor profesional, baik yang bekerja di sebuah penerbitan maupun sebagai editor lepas.

Seperti ciri khas sang penulis yang perfeksionis, buku ini dikemas begitu apik. Sampul buku yang lebih atraktif, isi buku dilengkapi dengan berbagai foto, ilustrasi, tabel, dan flow cart yang menarik. Tak ketinggalan, ditampilkan beberapa contoh bagaimana proses editing manual dilakukan. Jadi kita tak akan bosan membacanya, sekaligus mudah memahami isinya. (wasis wibowo)

Resensi Buku Baru | Cinta Dalam Belanga


Judul Buku : Cinta Dalam Belanga
Penulis : Ambhita Dhyaningrum
Penerbit : Kakilangit Kencana
Tebal : 271 Halaman
Terbit : Juni 2009

Kumpulan Kisah Cinta yang Pedih

CINTA lebih sering menawarkan kesenangan, romatisme, dan membuat siapa pun yang terjerat mabuk kepayang. Padahal cinta pun memiliki sisi gelap yang selalu mengikuti setiap saat. Ada kesedihan, kepedihan, sampai sebuah akhir yang tragis.

Jadi siapa pun yang berani mengarungi cinta untuk mendapatkan kebahagiaan, juga harus bersedia menerima pedihnya cinta. Karena kepedihan sering bersembunyi di dalam keceriaan, ada sembilu dalam senyuman, dan ada tragedi dalam romantisme.

Begitulah gambaran tentang cinta yang terangkum dalam Antologi Cerpen Cinta Dalam Belanga karya Ambhita Dhyaningrum yang diterbitkan Kakilangit Kencana. Dalam buku setebal 271 halaman yang berisi sekitar 23 cerita pendek, digambarkan sisi lain tentang cinta yang tragis.

Ada seorang buruh yang cantik, lugu, dan cerdas sehingga mampu menarik hati setiap lelaki. Ternyata senyumnya berbisa dan mampu menghancurkan hati siapa saja yang mendekatinya.

Ada pula perempuan yang merasa mampu mempermainkan hati setiap lelaki hanya untuk mendapatkan kekayaannya. Belakangan dia tersadar kalau dirinya yang selama ini sudah dipermainkan para lelaki yang ingin mencicipi tubuhnya.

Dikisahkan pula sosok lelaki yang begitu kuat fisiknya dan bersikap tegar dalam menghadapi berbagai tantangan. Nyatanya dia seorang lelaki yang rapuh dan tak bisa mengontrol diri karena kehilangan istri tercinta akibat konspirasi.

Tak ketinggalan diceritakan tentang seorang pelukis renta yang tak pernah menikah seumur hidupnya dan dianggap tak menyukai perempuan. Malah memiliki imajinasi liar dalam karya lukisannya, bersanding dengan istri tetangga yang cantik dan sering mengirimkan makanan ke rumahnya.

Alhasil, Antologi Cerpen ini merupakan karya yang mampu mengangkat sisi gelap dari berbagai kisah cinta. Semuanya diceritakan secara apik dan gaya bahasa yang lugas sehingga mampu memacu adrenalin. Apalagi diakhir kisah yang selalu tragis, ditampilkan berbagai ending yang tak lazim dan mendebarkan.

Buku ini akan mengajak Anda mengarungi betapa pedih, perih, dan tragisnya sisi gelap sebuah cinta. Jangan pernah bermain-main dengan cinta, karena bila tak mampu mengendalikannya akan menjadi bumerang bagi siapa pun. (wasis wibowo)

Monday, 17 August 2009

Resensi Buku Baru | Dahsyatnya Shalawat

Judul Buku : Dahsyatnya Shalawat
Penulis : Ali Khamseh-I Qazwaini
Penerbit : Zahra Publishing House
Tebal : 268 Halaman
Terbit : Juni 2009
Harga : Rp29.925

Kedahsyatan dan Hikmah Salawat

BERSALAWAT atas Nabi Muhammad Saw merupakan amalan yang paling mustajab dalam ajaran Islam. Tak ada amalan lain yang begitu agung sampai-sampai Allah SWT pun melakukannya. “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi,” (QS Al Ahzab [33]: 56).

Menurut tata bahasa salawat artinya doa. Secara khusus bersalawat berarti doa dan salam khusus berisi permohonan agar Allah SWT meninggikan derajat dan menambah kedekatan Nabi Muhammad SAW di sisi Allah SWT. Ada juga yang mengartikan salawat sebagai salat karena di dalamnya terdapat doa-doa.

Tak salah bila Imam Muhammad Al Baqir mengatakan “Doa adalah sebaik-baiknya ibadah. Berdoalah dan percayalah pada pengabulan Allah, sehingga Anda meraih kemenangan dan selamat dari siksa-Nya.” Jadi, jangan pernah meninggalkan doa dalam berbagai urusan, apalagi sampai bosan berdoa. Karena selain untuk beribadah, doa adalah saran mendekat diri kepada Allah SWT.

Salawat pun memiliki lima makna, yaitu rahmat, ampunan, pujian, penyucian, dan kemuliaan. Karena itu, salawat merupakan hadiah terbaik dari Allah SWT kepada umat Manusia untuk mendapatkan manfaat dan berkah yang berlimpah di dunia dan akhirat, seperti dikabulkannya permintaan kita dan terhindar dari api neraka.

Untuk itu, sebagai muslim sebaiknya jangan pernah melewatkan untuk bersalawat karena begitu besar dan dahsyat ibadah tersebut. Sebagai panduan bagi Anda untuk bersalawat dengan mudah dan baik, resensibukubaru.com mengupas buku Dahsyatnya Shalawat karya Ali Khamseh-I Qazwaini memberikan penjelasan yang ringkas dan mudah dipahami.

Buku setebal 268 halaman yang diterbitkan Zahra Publishing House ini juga mengungkapkan berbagai berkah dan manfaat salawat. Buku ini memuat 112 berbagai hal tentang salawat yang disusun secara apik dan lugas. Hal itu membuat Anda mudah memahami dan memperkaya pengetahuan tentang ibadah salawat.

Mulai dari tata cara bersalawat, waktu yang mustajab untuk bersalawat, tempat-tempat yang baik, dan berbagai manfaat yang akan diterima di dunia maupun akhirat. Seperti diberi kemudahan saat sakit, dimudahkan mendapat rezeki, sampai terhindar dari rasa sakit ketika sakaratul maut.

Penyusunan yang ringkas pun mempermudah Anda membacanya dari bagian mana pun sesuai dengan keinginan. Dengan demikian, Anda pun bisa segera memahami dan mempraktikkannya dalam ibadah sehari-hari. Buku ini pun dilengkapi Buku Saku Asma’ul Husna yang memudahkan Anda untuk membaca dan menghafalnya.(wasis wibowo)

Friday, 14 August 2009

Resensi Buku Baru | The Bilderberg Group


Judul Buku : The Bilderberg Group
Penulis : Daniel Estulin
Penerbit : Daras Books
Tebal : 412 Halaman
Terbit : Juni 2009
Harga : Rp52.425

Membongkar Konspirasi Kelompok Bilderberg

BOLEH jadi nama The Bilderberg Group atau Kelompok Bilderberg tidak begitu familiar di telinga kebanyakan orang awam. Padahal organisasi yang pertama kali dibentuk pada 1954 dalam sebuah pertemuan tokoh berpengaruh dunia di Hotel Bilderberg, Oosterbeek, Belanda ini, dipercaya begitu mempengaruhi berbagai keputusan dan aktor intelektual di balik peristiwa penting di seluruh dunia.

Tak usah heran bila Kelompok Bilderberg tidak banyak mendapat perhatian secara luas. Walaupun setiap tahun secara rutin menggelar pertemuan di berbagai kota di seluruh dunia, semuanya dilakukan secara rahasia dan tertutup bagi media. Jadi jarang sekali ada informasi tentang Kelompok Bilderberg ini dan agenda pembicaraan mereka.

Padahal Kelompok Bilderberg yang didirikan atas prakarsa Pangeran Bernhard dari Kerajaan Belanda dan keluarga Rockefeller, dalam pertemuan rutin setiap tahun selalu dihadiri tokoh-tokoh penting dunia. Misalnya, Presiden IMF, Bank Dunia, dan Federal Reserved, Direktur CIA, FBI, Sekjen NATO, dan anggota kongres serta senat Amerika Serikat.

Tak ketinggalan para pemimpin perusahaan besar, seperti DaimlerChrysler, British Petroleum, para CEO media yang berpengaruh, editor nomor satu, ketua partai oposisi, Perdana Menteri Negara Eropa, dan banyak lagi tokoh penting lainnya. Namun, anehnya tak ada sedikit informasi pun yang boleh diekspose keluar dan menjadi konsumsi umum.

Mengapa pertemuan Kelompok Bilderberg begitu tertutup dan mendapat pengawalan ketat yang berlapis dari anggota intelijen serta polisi? Bukankah pertemuan tokoh penting seperti pemimpin negara dan anggota kabinet dengan sekelompok penguasaha merupakan peristiwa penting yang layak ditunggu apa isi pembicaraannya? Hal itulah yang membuat Daniel Estulin, seorang jurnalis asal Kanada berdarah Rusia melakukan investigasi selama 15 tahun untuk mengetahui rahasia Kelompok Bilderberg.

Hasilnya, begitu mengejutkan. Dalam bukunya yang berjudul The Bilderberg setebal 412 halaman ini, Estulin membongkar berbagai agenda dan konspirasi yang dirancang kelompok ini. Di Indonesia, buku yang diterjemahkan dan dterbitkan Daras Books ini menceritakan betapa sulitnya Estulin menembus pengamanan superketat untuk mendapatkan berbagai rahasia dari pembicaraan Kelompok Bilderberg.

Mulai dari menjalani pertemanan dengan para pelayanan hotel tempat pertemuan Bilderberg digelar, sampai bekerja sama dengan kaki tangan intelijen. Ditangkap satuan pengaman atau polisi lokal, sepertinya sudah hal biasa. Pasalnya, Estulin kerap berhadapan dengan aksi intelijen yang mengancam keselamatan jiwanya karena terus mengusik pertemuan Kelompok Bilderberg.

Namun, hasil investigasinya ini benar-benar mendapatkan buah yang manis. Berbagai konspirasi yang dirancang Kelompok Bilderberg bisa terbongkar. Dia pun mengetahui betapa besarnya pengaruh kelompok ini dalam menentukan arah kebijakan dan berbagai peristiwa yang terjadi di seluruh dunia. Misalnya saja, bagaimana mereka mendikte pemilihan Presiden Amerika Serikat, meletusnya Perang Malvinas (antara Inggris dan Argentina), sampai penyerang terhadap Irak, dan Afghanistan.

Siapa saja penentang agenda Kelompok Bilderberg, maka nasib buruk akan menimpanya. Seperti, lengsernya Margaret Thatcher, kejatuhan Richard Nixon, sampai pembunuhan Perdana Menteri Italia Aldo Moro pada 1978. Mereka digantikan boneka-boneka Bilderberg yang bisa memuluskan agendanya untuk membentuk satu pemerintahan dunia, satu pasukan keamanan, dan satu kekuatan ekonomi.

Buku ini semakin menarik dengan dilengkapi berbagai dokumen tertulis dan foto-foto pertemuan tokoh penting dalam Kelompok Bilderberg. Walaupun dijaga ketat Estulin mampu menunjukkan fakta-fakta atas analisisnya terhadap sepak terjang Kelompok Bilderberg. Dia hafal betul, bagaimana protokol pertemuan, tokoh yang bakal diundang, dan tempat pelaksanaannya.

Kita boleh tidak percaya dengan analisis Estulin, tentang konspirasi Kelompok Bilderberg. Namun, kehadiran buku ini paling tidak mampu sedikit mengungkapkan fakta adanya sebuah kekuatan luar biasa yang seakan ingin menentukan nasib seluruh orang di dunia. Baik menggunakan kekuatan politik, ekonomi, media massa , sampai pengerahan militer. (wasis wibowo)

Thursday, 13 August 2009

Resensi Buku Baru | Smart Taubat

Judul Buku : Smart Taubat
Penulis : Dr Manal Abul Hasan
Penerbit : Himmah Media
Tebal : 277 Halaman
Terbit : Juni 2009
Harga : Rp29.900

Bertobat Sesuai Tuntunan Nabi

MANUSIA yang baik dan saleh bukanlah manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan atau dosa. Karena sesuai dengan kodratnya, manusia bisa melakukan kekhilafan dan kealpaan. Namun, manusia yang baik akan segera menyadari kesalahan yang dilakukan dan bertobat secara sungguh-sungguh.

Begitu pun dengan para nabi, mereka pun dikisahkan tak luput dari kesalahan. Namun, mereka segera menyadarinya dan segera memohon ampun kepada Allah SWT. Atas kesungguhan mereka bertobat, maka Allah SWT pun memberikan ampunan kepada para nabi.

Seperti kisah Nabi Adam AS yang terbujuk oleh godaan iblis untuk mendekati sebuah pohon terlarang di surga dan memakan buahnya. Setelah sadar melakukan kesalahan dengan ditampakkan auratnya, Nabi Adam AS pun bertobat. Allah SWT pun mengampuninya, lalu memindah Nabi Adam AS dan istrinya Siti Hawa dari surga yang abadi ke dunia.

Jadi, sebesar apa pun kesalahan yang dilakukan manusia, Allah SWT selalu memberikan kesempatan untuk memperbaikinya. Asalkan mau bertobat dan bersungguh-sungguh tidak akan mengulanginya lagi. Dalam buku Smart Taubat karya Dr Manal Abul Hasan yang diterbitkan Himmah Media, dijelaskan tata cara tobat yang dilakukan para Nabi.

Buku ini mengupas berbagai metode dan tata cara bertobat yang dilakukan Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Yunus, Musa, Daud, dan Sulaiman. Seperti diketahui para nabi itu dikisahkan pernah melakukan kekhilafan, namun kesungguhan untuk bertobat telah membukakan pintu maaf dari Allah SWT.

Buku ini juga dilengkapi agenda harian untuk memperbarui tobat sesuai sunnah Rasulullah Saw. Dengan terus meningkatkan amalan untuk bertobat, maka akan semakin besar peluang untuk dibukakan pintu maaf dari Allah SWT. Sehingga kelak kita akan menjadi manusia yang beruntung di dunia dan akhirat. (wasis wibowo)